Sabtu, 18 Agustus 2012
19 juli 2012, dimana pemerintah di negara ini yang di daulat berhak menentukan kapan awal ramadhan menggelar sidang isbat. Ya, sidang yang menentukan kapan jatuhnya awal bulan ramadhan, biasanya dalam hal ini pemerintah menentukan berdasarkan posisi derajat bulan. Pemerintah yang mewakili NU dan berkehendak kepada kebanyakan umat islam di Indonesia, dan ada Muhammadiyah, yakni salah satu organisasi islam terbesar di Republik ini. Terjadinya perbedaan dalam menentukan awal puasa yakni pemerintah yang memulai puasa pada tanggal 21 juli, dan Muhammadiyah yang memulai pada tanggal 20 juli ditanggapi dengan dewasa oleh masyarakat Indonesia yang sudah mulai cerdas dalam menyikapi perbedaan.
Lepas dari perbedaan tersebut adalah tibanya bulan yang dianggap paling suci dalam islam, bulan ramadhan. Di bulan ini, di wajibkan bagi umat islam untuk berpuasa satu bulan penuh. Fenomena-fenomena yang jarang terlihat di bulan lain biasanya banyak timbul di bulan ini, seperti makin banyak orang yang sedekah dan banyak orang yang mendekatkan diri dengan Al-Qur'an. Kebanyakan orang mengartikan puasa itu adalah menahan makan dan minum dari terbit matahari hingga terbenamnya matahari. Namun kesulitan asli dari bulan puasa adalah bagaimana seseorang mampu menghindari diri dari segala nafsu, gibah, dan hal-hal lainnya yang dapat merusak nilai puasa kita. Bagi kebanyakan kaum laki-laki, mata adalah salah satu elemen yang paling susah di jaga dalam berpuasa. Sedangkan bagi kaum hawa, gibah menjadi hal yang sulit di tahan di bulan ini.
Sejak kecil saya di latih untuk berpuasa selama sebulan penuh oleh kedua orang tua saya, mungkin sejak kecil saya belum mengerti penuh akan arti dari puasa yang sesungguhnya. Ketika sudah mulai beranjak dewasa, saya pun berpikir tentang makna asli dari puasa. Bulan yang suci ini menjadikan saya berpikir tentang kebaikan-kebaikan yang ada di dalamnya, pahala yang berkali-kali lipat telah di janjikan oleh Allah dalam bulan yang suci ini. Memasuki akhir ramadhan biasanya banyak orang yang sudah mulai melupakan mesjid yang biasa melaksanakan sholat taraweh dengan menggantinya di pusat perbelanjaan. Seakan-akan hari kemenangan yang di sebut idul fitri menjadi ajang pamer pakaian baru :) Namun puasa harus di sertai dengan zakat fitrah agar puasa kita benar-benar sampai pada pencipta kita.
Ketika akhir ramadhan akan segera tiba, saya terpikir akankah saya bertemu lagi dengan bulan ramadhan tahun depan? Bulan yang isinya penuh dengan kebaikan. Ya, semoga saja. Aamiin