Minggu, 2 Desember 2012
Di temani kesunyian dan lagu yang mengalir dari headset, saya ingin bercerita sedikit tentang apa yang saya lakukan kemarin malam.
Ya, kemarin tanggal 1 desember 2012 adalah dimana timnas negara ini (timnas Indonesia) harus menghadapi partai penentuan dengan Malaysia, yang notabene disini adalah rival, bukan musuh. Awalnya saya ingin nonton bareng dengan teman-teman saya di salah satu rumah teman saya, namun karena yang punya rumah berhalangan maka saya memutuskan untuk mengkontak Ucup (sahabat saya) untuk mengajaknya nobar, dan dia pun mau untuk nobar. (ya kalian tahu sendiri apa itu nobar kan hehe). Namun pada awalnya sempat bingung mau nobar dimana, akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada sahabat saya yang lainnya yang bernama Satrio atau lebih di kenal dengan Warkop. Warkop mengajukan ide buat nobar di serabi enhai atau di Mcd cibubur, namun karena di kedua tempat tersebut tidak ada big screennya akhirnya Ucup mengusulkan untuk nobar di AyamQu yang berada di daerah margonda. Tempat ini pada dasarnya adalah tempat nobarnya para bigreds Depok, namun malam itu fanbase klub-klub eropa yang berada di Depok diundang untuk nobar di tempat yang sama. Atas nama Indonesia (bukan atas nama PSSI atau KPSI) kami disini hadir untuk memberikan dukungan kepada timnas Indonesia. Meskipun kami tidak bisa mendukung langsung ke Malaysia atau biasa di sebut dengan (awaydays), kami sangat antusias mendukung timnas tercinta. (awaydays adalah istilah untuk mendukung tim kesayangan bermain di luar kota atau luar negeri). Setelah akhirnya saya, Ucup dan Warkop setuju untuk memutuskan nobar disana ditambah sahabat saya yang satunya lagi yang bernama Gobel. Saya memutuskan untuk berangkat bareng dengan Ucup dan Warkop yang rumahnya tidak jauh dari rumah saya (bukan rumah saya sih, tapi rumah orangtua saya hehe). Melewati jalan akses UI yang malam itu sangat macet, dan di tempat nobar akhirnya kami pun sampai dengan sudah banyak orang berdatangan. Kami akhirnya mencari tempat duduk, dan medapatkan tempat duduk di depan. Sedangkan Gobel belum datang, kami bertiga duduk dengan teman Ucup yang satu kampus dengannya bersama ibunya yang juga mendukung timnas malam itu.
Setelah 30 menit menunggu, akhirnya pertandingan disiarkan. Sempat kesal karena lagu kebangsaan Indonesia Raya terlewatkan, akhirnya kami semua yang berada disana menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia tersebut yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman. Meskipun tidak berada di stadion, tetap saja lagu tersebut selalu membuat saya merinding apabila saya menyanyikannya untuk timnas Indonesia. Memang lebih merinding apabila menyanyikannya langsung di stadion. Pertandingan di mulai, dan Indonesia pada awalnya menguasai pertandingan. Indonesia pada pertandingan ini hanya membutuhkan hasil seri untuk melaju ke babak semifinal. Chants ala suporter bergemuruh malam itu, memang serasa berada di stadion. Salut buat suporter yang awaydays. Saya dan Ucup sangat optimis dengan kemenangan bagi Indonesia. Namun pada menit ke 26 dan 29 kami harus terdiam dengan gol yang diciptakan oleh tim Malaysia. Karena kami masih optimis, maka suporter yang nobar masih tetap optimis dengan kelolosan bagi Indonesia. Sempat diskusi dengan seorang suporter yang hadir untuk membicarakan kelolosan Indonesia dengan bergantung pada pertandingan antara Laos vs Singapore. Kami semua satu disana, tanpa harus berkenalan dan bertanya asalnya dahulu haha. Namun hingga babak pertama usai, skor masih 2-0 buat Malaysia. Nah akhirnya Gobel yang sudah datang namun tadi terpisah posisi duduknya akhirnya menghampiri kami yang berada didepan. Warkop mungkin menaruh kebencian yang sangat kepada Malaysia, karena ia berujar "gpp Indonesia ga juara, asal Malaysia ga lolos". Kami pun tertawa haha. Pada saat pertandingan banyak dari yang datang malam itu nge-boo dengan makian khas, namun saya tidak ikut nge-boo. Bukan karena saya tidak mendukung Indonesia, tapi karena saya bukan tipikal orang yang suka mengeluarkan kata-kata makian untuk menjelekkan hal-hal lain ( kadang-kadang sih :p ). Di sekitar 20 menit terakhir, chants khas a la suporter kita pun sudah redup, muka-muka kegetiran terlihat di wajah kami dan supoter lainnya. Saya sendiri terus berdoa agar Indonesia lolos, nyatanya hingga pertandingan berakhir, Indonesia harus kalah dari Malaysia dan yang pahit lagi adalah harus tersingkir dari event dua tahunan se asia tenggara itu.
Pahit memang, namun itu semua perjuangan yang patut di banggakan. kenapa? karena dengan materi pemain yang seadanya, timnas Indonesia bisa berjuang semaksimal mungkin. Menang atas Singapore adalah hadiah indah buat Indonesia, meskipun kalah dari Malaysia pada pertandingan penentuan. materi pemain timnas yang seadanya menjadi perjuangan tersendiri, saya bangga, kami bangga, semua masayarakat Indonesi bangga. Saya tidak habis pikir kepada orang yang mencemooh perjuangan Indonesia itu, karena mencemooh negara sendiri adalah sama saja dengan mempermalukan diri sendiri di hadapan orang lain, bangsa lain bahkan.
Kami pun tertunduk lesu dengan kekalahan timnas, namun kami bangga atas perjuangan mereka. Setelah pertandingan berakhir, banyak yang langsung meninggalkan tempat nobar, namun kami tetap disana untuk melanjutkan nonton Liverpool vs Southampton.
INDONESIA!!!!
No comments:
Post a Comment