Wednesday, February 20, 2013

Sekolah Menengah Pertama (bagian satu)


Keakraban Helmi dan Tommy selama SD mesti terpisah pada saat SMP, namun meski berbeda sekolah, mereka masih suka bermain bersama karena letak rumah mereka yang berdekatan. Helmi harus menempuh jarak 10KM dari rumah untuk bisa sampai ke sekolahnya, karena jarak sekolah yang cukup jauh, maka orangtua Helmi memutuskan untuk menggunakan jasa antar jemput dari sekolah tempat Helmi menuntut ilmu. Jarak yang cukup jauh, memaksa jemputan Helmi harus menjemputnya untuk menjadi orang yang pertama di angkut ke mobil. Seperti halnya mobil jemputan pada umumnya, mobil itu mesti keliling menjemput satu per satu langganannya. Karena Helmi menjadi orang yang pertama di jemput, yakni sekitar jam 5 pagi, maka kadang di mobil jemputannya itu Helmi suka menahan kebiasaannya membuang air di dalam mobil sambil sesekali membuangnya lewat angin yang membuat teman satu sekolahnya di dalam mobil merasa kesal karena kebiasaan membuang angin tersebut. Di sekolah pun ia suka menjadi siswa yang jail terhadap teman-temannya, terutama teman wanitanya. Keisengannya membuat ia menjadi siswa yang hyperaktif, sehingga beberapa kali orangtuanya mesti di panggil ke sekolah untuk mendapat teguran akibat perbuatan Helmi.

Tommy? Tommy mendapati sekolah yang tidak begitu jauh dari rumahnya, yakni sekitar 4KM dari rumahnya. Di sekolahnya itu ia di gandrungi wanita-wanita cantik yang menjadi teman sebayanya bahkan kakak kelasnya pun ada beberapa yang suka terhadap ketampanan Helmi. Ketampanan Helmi membuatnya merasa percaya diri ketika mesti berdekatan dengan wanita, namun suatu ketika ia mendapati harus gigit jari saat wanita kesukaannya tidak menyukai dirinya karena wanita tersebut menganggap ketampanan Tommy membuatnya khawatir untuk selingkuh dari dirinya. Tommy pun kecewa dengan keputusan si wanita, dan harus membuat Tommy menghentikan kegiatan tebar pesonanya agar hati sang wanita pun luluh dan membuatnya berpikir untuk menerima cinta Tommy. Ya meski sekadar cinta monyet. Di sekolah tersebut Tommy mempunyai teman baru yang berasal dari daerah Kebumen, sebut saja namanya Fahmi. Karena baru pindah dari Kebumen, cara bicara Fahmi pun masih medog dengan logat daerah asalnya. Mereka berteman baik karena rumah mereka yang masih satu perumahan, suka pulang bareng pada saat pulang sekolah dan sering di palak pada saat pulang lewat kuburan yang memang menjadi jalan pintas untuk pulang lebih cepat ke rumahnya karena rute angkot yang tidak ada sampai dekat dengan rumahnya. Berkali-kali mereka mesti di palak di jalan yang sama, bodohnya mereka adalah kenapa harus lewat jalan yang sama kalau toh ujung-ujungnya mesti di palak J pada suatu ketika mereka mempunyai ide untuk lewat jalan tersebut namun dengan menyelipkan uang yang mereka punya di dalam kaos kaki atau di dalam sepatu, tapi tetap saja mereka harus gigit jari karena si pemalak lagi-lagi berhasil membuat mereka menyerahkan uang mereka.

Inez. Si anak yang gemar berambut pendek dan suka membiarkan ingusnya menggantung pada saat flu ini kedapatan masuk sekolah unggulan di dekat daerah rumahnya, sehingga ia tidak perlu waktu yang lama untuk sampai ke sekolah. Perlahan kebiasaan burk Inez pun menghilang seiring bertambahnya rambut pendek Inez. Lambat laun Inez menyukai rambutnya terurai panjang layaknya rambut Rena. Inez pun pelan-pelan menjadi wanita yang suka memperhatikan penampilannya, sehingga ia terkadang terlihat lebih dewasa di lingkungan temannya, atau mungkin terlihat tua J Di umurnya yang masih belia ia memang terlihat lebih centil di banding teman sebayanya dan bahkan pernah memiliki dua pacar di waktu yang bersamaan. Kebiasaan Inez untuk rajin berdandan di karenakan ia suka membeli majalah fashion yang belum semestinya ia baca. Di sekolah, ia pun pernah sesekali masuk acara televisi seperti acara Bando yang memiliki slogan “ya ampuunnnn”. Pada saat mengikuti acara itu ia berhasil memasuki babak final, akan tetapi ia mesti kalah di final oleh peserta dari sekolah lain. Inez, ah ya siswi yang selalu memberi warna bagi teman-temannya, warna make-up maksudnya.

Melanjutkan di sekolah yang satu yayasan semasa SD-nya membuat Rena menjadi pribadi yang semakin hari semakin friendly. Ia makin mudah bergaul dengan teman-temannya, meskipun harus berpisah untuk sementara waktu dengan Inez sahabat karibnya, namun ia tetap menjadi orang yang kaya akan teman. Terbukti teman-teman stau sekolahnya kenal dengan Rena. Pada saat sekolah menengah ia pun rajin ikut kompetisi-kompetisi mata pelajaran, terutama kompetisi matematika, beberapa kejuaraan pun ia ikuti dan sesekali memenangi kejuaraan yang ia ikuti. Namun Rena tetaplah Rena, kebiasaan memain-mainkan upil pun tidak pernah hilang sampai saat ia SMP, sampai pernah suatu kali hidungnya lecet karena ia keseringan mengupil karena mengupilnya terlalu dalam. Namun suatu waktu ia kedapatan sial, saat ada kelas olahraga untuk materi lompat jauh, ia mesti mendapat perawatan di UKS karena ia mendarat dengan tidak sempurna, akibatnya ia mesti absen sekolah selama seminggu. Menjadi anak pertama membuat Rena menjadi anak yang agak manja, ia selalu minta di belikan ini itu pada saat ia bersama keluarganya pergi ke suatu tempat. Rena pun gemar bermain bom-bom car yang notabene merupakan permainan laki-laki. Gemar bermain timezone, serta gemar bermain Playstation adalah kesukaan lainnya, namun ia tidak melupakan kodratnya sebagai wanita yaitu menjepit rambutnya.


Bersambung…

No comments:

Post a Comment